Penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina Pertanian yang dicanangkan setiap tanggal 8 Juni merupakan momentum public awareness Badan Karantina Pertanian, bertolak dari diundangkannya UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Namun sebenarnya penyelenggaraan karantina pertanian di Indonesia sudah dimulai 134 tahun yang lalu melalui terbitnya Ordonansi 19 Desember 1877 (Staatsblad No. 262).
Luasnya wilayah Indonesia yang tidak sebanding dengan sarana, prasarana serta jumlah SDM Badan Karantina Pertanian dalam melaksanakan amanah UU No. 16/1992 ini, sehingga diperlukan partisipasi dan dukungan secara aktif masyarakat Indonesia dalam melindungai kekayaan alam hayati dan perekonomian Indonesia.
Bulan Bakti Karantina Pertanian merupakan momentum kampanye public awareness perkarantinaan yang dapat digunakan untuk mengarahkan, mendorong dan menggerakan masyarakat dalam pelaksanaan perkarantinaan melalui kegiatan yang berhasil dan berdaya guna.
Karantina Pertanian sebenarnya sudah eksis dari 134 tahun silam. Waah...!! ternyata sudah lama juga ya kalau di bandingkan dengan usia saya kira-kira beda berapa tahun ya? Hehehehe ...JJJ ternyata bedanya 1 abad. Jadi malu neh.... coba kita lihat sejarah karantina pertanian di bawah ini..
Pada Tahun 1877 sudah dicetuskan peraturan perundang undangan yang berkait dengan karantina (tumbuhan), yakni Ordonansi 19 Desember 1877 (Staatsblad No.262) tentang larangan pemasukan tanaman kopi dan biji kopi dari Srilanka.
Pada tahun 1914 sebagai tindak lanjut dari Ordonansi 28 Januari 1914 (Staatsblad No.161) penyelenggaraan kegiatan perkarantinaan secara institusional di Indonesia secara nyata baru dimulai oleh sebuah organisasi pemerintah bernama Instituut voor Plantenzekten en Cultures (Balai Penyelidikan Penyakit Tanaman dan Budidaya). Untuk info sejarah Barantan lebih detail klik di http://karantina.deptan.go.id
Setelah kegiatan sosialisasi kami selesai, kami langsung ke Pantai Desa Liang yang merupakan salah satu tempat Wisata di Maluku.
Ada yang berpose dengan gaya mereka masing-masing. Padahal waktu pengambilan gambar tidak di atur untuk bergaya tapi itu merupakan gaya refleks. Kelima orang ini langsung cepat-cepat kedepan kamera tanpa basa-basi langsung di jepret...!!! hasilnya keren kan? hahaha..
Nah..!!! Kalau yang ini baru di ambil dengan gaya yang sempurna katanya sich foto ini akan di pajang di kantor.. Lucu ya...
Big Bos saat berpose dengan Karantinawan-Karantinawati
Dari kanan: Pa Gatot, Ibu Umi, Ibu Eva dan Fin's
Foto Bersama: Saat kegiatan Sosialisasi Karantina Pertanian di Desa Liang tahun 2010
Bapak Drh. I Putu Terunanegara (Pak Putu) Saat menyerahkan baju kaos Sosialisasi Karantina Pertanian ke masyarakat Desa Liang
Dari Kanan: Ibu Nova, Ibu Umi (Umi Kulsum Lubis), Ibu Poni, Ibu Eva dan Ibu Yetni







0 komentar: